
Topologi Ring: Pengertian, Cara Kerja, Kelebihan & Kekurangan
Pengertian Topologi Ring
Topologi ring adalah bentuk jaringan komputer di mana setiap perangkat (node) terhubung langsung ke dua node lainnya, membentuk jalur sirkular tertutup seperti cincin. Pada jaringan ini, data mengalir dari satu node ke node berikutnya secara searah (unidirectional) atau dua arah (bidirectional), tergantung desainnya.
Fungsi dan Tujuan Topologi Ring
Fungsi utama:
- Mengatur aliran data dari satu perangkat ke perangkat lain secara efisien.
- Menjaga kestabilan jalur transmisi data lewat pola sirkular.
- Menghindari collision (tabrakan data) lewat sistem token passing.
Tujuan penggunaan:
- Menyediakan performa stabil di jaringan kecil hingga menengah.
- Meminimalisir terjadinya tabrakan data.
- Cocok untuk sistem dengan aliran data yang stabil.
Karakteristik & Ciri-Ciri Topologi Ring
Karakteristik:
- Jalur komunikasi berbentuk lingkaran tertutup (sirkular).
- Node saling terhubung tanpa titik pusat seperti topologi star.
- Data dikirim menggunakan sistem token pada banyak implementasi.
- Ketergantungan tinggi antar-node; jika satu node bermasalah, seluruh jaringan bisa terganggu.
Ciri-Ciri:
- Tidak ada pusat jaringan.
- Alur data mengikuti arah tertentu (searah atau dua arah).
- Sering digunakan pada jaringan laboratorium atau backbone jaringan (FDDI, Token Ring).
Cara Kerja Topologi Ring
- Pengiriman Data: Setiap node menerima data dari node sebelumnya.
- Pemeriksaan: Node mengecek apakah data tersebut untuk dirinya.
- Penerusan: Jika bukan, data diteruskan ke node berikutnya sampai mencapai tujuan.
Contoh Implementasi:
- Token Ring LAN (IBM): Salah satu implementasi klasik menggunakan token.
- FDDI (Fiber Distributed Data Interface): Topologi ring logis untuk backbone jaringan berkecepatan tinggi.
- Jaringan lab kecil: Biasanya untuk pelatihan jaringan.
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Ring
Kelebihan
- Hemat kabel dibandingkan topologi star.
- Performa stabil saat jumlah node tidak banyak.
- Mendukung kecepatan tinggi pada implementasi tertentu (misal FDDI).
- Bebas collision berkat sistem token passing.
Kekurangan
- Troubleshooting sulit karena tidak ada titik pusat.
- Penambahan/pengurangan node memerlukan penghentian jaringan sementara.
- Ketergantungan antar-node tinggi: Jika satu node rusak, jaringan bisa terganggu.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Topologi Ring?
- Pada jaringan kecil dengan perubahan minimal.
- Untuk sistem yang membutuhkan aliran data stabil.
- Sebagai backbone jaringan (misal FDDI) dengan kebutuhan performa tinggi.
Perbandingan Topologi Ring dengan Topologi Lain
| Aspek | Ring | Star | Mesh |
|---|---|---|---|
| Biaya Kabel | Rendah | Sedang | Tinggi |
| Ketahanan Error | Rendah | Tinggi | Sangat tinggi |
| Kompleksitas Instalasi | Sedang | Rendah | Tinggi |
| Troubleshooting | Sulit | Mudah | Rumit |
| Skalabilitas | Terbatas | Tinggi | Sangat tinggi |
Kesimpulan
Topologi ring merupakan solusi efisien untuk aliran data yang terstruktur pada jaringan kecil hingga menengah yang tidak sering berubah. Kelebihannya seperti hemat kabel dan bebas collision membuatnya tetap relevan, namun ada kekurangan seperti troubleshooting yang sulit dan ketergantungan antar-node.
Referensi
- Kurose, J. F., & Ross, K. W. (2017). Computer Networking: A Top-Down Approach (7th ed.). Pearson.
- Tanenbaum, A. S., & Wetherall, D. J. (2011). Computer Networks (5th ed.). Pearson.
- Forouzan, B. A. (2013). Data Communications and Networking (5th ed.). McGraw-Hill.
- Stallings, W. (2020). Data and Computer Communications (11th ed.). Pearson.
- Rizal, H. (2018). Jaringan Komputer dan Aplikasinya. Erlangga.
- Suhendar, D. (2022). Teknologi Jaringan Modern untuk Industri 4.0. Informatika.
Penulis : Sidiq Abdul Rahman, Noval Abdurramadan | Direktorat Pusat Teknologi Informasi

