
Abdimas: Workshop Enterprise Architecture (EA) berbasis TOGAF dan SPBE di Diskominfo Jabar
Tim Abdimas Telkom University yang terdiri atas Dosen (Dana Sulistyo Kusumo, S.T., M.T., Ph.D., Dr. Arfive Gandhi, S.T., M.T.I., dan Rosa Reska Riskiana, S.T., M.T.I.) serta Mahasiswa (Agustinus David {S1 Informatika}, Muthi’ah Az Zahra {S1 Rekayasa Perangkat Lunak}, Intan Nur Aini {S1 Rekayasa Perangkat Lunak}, Steven Gerald {S1 Rekayasa Perangkat Lunak}, dan Gede Agung Peramerta {S1 Rekayasa Perangkat Lunak}) menjalin kolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) Provinsi Jawa Barat dalam rangka mewujudkan percepatan transformasi digital, khususnya dalam pengembangan e-government di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi ini merupakan wujud kontribusi akademisi khususnya Telkom University dalam mendukung agenda digitalisasi layanan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Telkom University menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam penyelenggaraaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Salah satu isu yang disorot adalah belum adanya arsitektur yang komprehensif dan terdokumentasi secara menyeluruh di tingkat pemerintah provinsi. Saat ini, Enterprise Architecture (EA)baru diimplementasi di beberapa perangkat daerah, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Perumahan dan Permukiman, serta DP3AKB. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam penyusunan EA, Ketergantungan terhadap pihak ketiga dalam pengembangan arsitektur, duplikasi aplikasi ada beberapa fungsi layanan, belum adanya standar dokumentasi arsitektur yang seragam, dan data sharing dan integrasi sistem yang belum optimal, jelas Ibu Yuli selaku Ketua Tim Tata Kelola Bidang E-Government Diskominfo Jawa Barat.

Sebagai respon terhadap tantangan tersebut, Tim Abdimas Telkom University memperkenalkan TOGAF (The Open Group Architecture Framework), sebagai salah satu kerangka kerja yang dapat digunakan untuk merancang, mengembangkan, dan mengelola Enterprise Architecture agar selaras dengan visi pemerintah pusat. Implementasi TOGAF diharapkan dapat memperkuat proses perencanaan, pengembangan layanan, dan manajemen informasi di Provinsi Jawa Barat.
Program Abdimas ini berlangsung selama dua hari pada tanggal 6 dan 7 November 2025. Pada hari pertama, kegiatan dilakukan secara daring melalui zoom meeting dengan agenda pemaparan materi dan diskusi. Materi hari pertama disampaikan oleh dua narasumber, yaitu Bapak Dana Sulistyo Kusumo, yang memaparkan pengantar TOGAF dan Architecture Development Method (ADM); serta Bapak Arfive Gandhi yang menyampaikan materi mengenai Enterprise Architecture dalam konteks pemerintahan.

Dalam pemaparannya, Bapak Dana Sulistyo Kusumo menjelaskan bahwa SPBE di Indonesia mengadopsi prinsip-prinsi TOGAF yang telah disesuaikan dengan regulasi pemerintahan nasional. Beliau menekankan bahwa SPBE menjelaskan apa yang harus dibangun dan mengapa hal tersebut diperlukan, sementara TOGAF memberikan langkah-langkah bagaimana arsitektur tersebut dikembangkan secara bertahap. ADM dalam TOGAF terdiri dari sejumlah fase. Dua fase yang dijelaskan pada pertemuan ini meliputi fase preliminary atau fase persiapan yang bertujuan menentukan kapabilitas yang diharapkan dari suatu organisasi dan fase architecture vision, yaitu tahap penyusunan visi dan misi yang ingin dicapai sehingga menghasilkan sebuah Kerangka Acuan Kerja (KAK).

Materi kedua disampaikan oleh Bapak Arfive Gandhi, yang membahas konsep Enterprise Architecture (EA) dalam konteks penyelenggaraan SPBE, khususnya pada bagian Business Architecture sebagai pondasi dalam tata Kelola transformasi e-government. Mengawali pemaparan materi, Beliau menegaskan bahwa Business Architecture merupakan elemen paling mendasar dalam EA. Arsitektur ini menggambarkan peran dan struktur organisasi, fungsi organisasi, proses bisnis sebuah layanan, serta pembagian tanggung jawab antar proses, data, dan layanan. Beliau menambahkan bahwa Business Architecute mencerminkan tupoksi yang diatur dalam Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Dengan demikian, Business Architecture menjadi representasi cara kerja organisasi yang menjelaskan proses bisnis, hubungan antar instansi, serta alur layanan Masyarakat.
Untuk memperjelas urgensi dokumentasi Business Architecture yang baik, Bapak Arfive memberikan contoh kasus terkait perbedaan standar penyimpanan data kependudukan antara dua kabupaten. Pada kabupaten pertama, data jenis kelamin disimpan dalam format L untuk laki-laki atau P untuk perempuan. Sedangkan pada kabupaten kedua menggunakan format P untuk laki-laki dan W untuk perempuan. Kasus ini mencerminkan Business Architecture yang buruk dan menyebabkan kegagalan interoperabilitas ketika dilakukan integrasi pada tingkat provinsi atau nasional. Dengan Business Architecture yang baik juga, pemegang kepentingan dapat menentukan prioritas transformasi atau penambahan layanan dalam rangka penyusunan Peta Rencana SPBE Jawa Barat.
Hari kedua, peserta ABDIMAS mengikuti sesi praktik penyusunan Enterprise Architecture (EA). Sesi diawali dengan penyampaian materi oleh Bapak Arfive Gandhi, yang mengulas penerapan generasi framework aplikasi dengan bantuan AI dalam proses perancangan arsitektur. Beliau memaparkan peran AI dalam membantu mempercepat proses analisis, penyusunan struktur aplikasi, sehingga menghasilkan gambaran awal arsitektur sesuai dengan kebutuhan dari proses bisnis. Pendekatan ini memberikan perspektif dalam penyusunan EA yang dapat didukung oleh teknologi untuk meningkatkan akurasi, efisiensi, dan konsistensi dokumentasi.

Sesi selanjutnya dilanjutkan oleh Bapak Dana Sulistyo Kusumo, yang memandu kegiatan hands-on workshop menggunakan tools Visual Paradigm. Pada sesi ini peserta berlatih membuat komponen business architecture model dan technology stack diagram. Sehingga dapat membantu peserta untuk memperoleh gambaran dokumentasi EA menggunakan tools Visual Paradigm sesuai standar yang digunakan dalam penyusunan SPBE.


Di penghujung kegiatan, Telkom University menerima berbagai respons positif dan apresiasi dari DISKOMINFO Provinsi Jawa Barat. DISKOMINFO turut mengundang Telkom University untuk terlibat lebih jauh dalam penyusunan dokumen EA untuk seluruh dinas di Provinsi Jawa Barat. DISKOMINFO juga memberikan komitmen untuk membuka peluang program magang bagi mahasiswa Telkom University guna mendukung percepatan transformasi digital dan pengembangan kapasitas SDM di bidang arsitektur SPBE.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan Abdimas yang berlangsung selama dua hari ini, Telkom University berharap seluruh peserta memperoleh pemahaman utuh mengenai penyusunan EA, secara konsep maupun praktik. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat mewujudkan efisiensi tata Kelola digital, integrasi layanan publik lintas perangkat daerah, serta mendukung transparansi pemerintahan yang berkelanjutan. Program ini menjadi langkah strategis menuju terwujudnya ekosistem e-government bagi masyarakat Jawa Barat.
