
Refactoring: Teknik Peningkatan Kualitas Kode dalam Rekayasa Perangkat Lunak
Belajar Teknik Refactoring di Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak Telkom University
Dalam dunia pengembangan perangkat lunak, kode yang kita tulis tidak hanya harus berfungsi, tetapi juga perlu mudah dipahami, dipelihara, dan dikembangkan di masa depan. Sering kali, kode yang awalnya berjalan dengan baik menjadi sulit dikelola seiring waktu karena perubahan kebutuhan, tenggat waktu yang ketat, atau gaya penulisan yang tidak konsisten.
Di sinilah refactoring hadir sebagai solusi.
Refactoring merupakan teknik untuk meningkatkan kualitas kode tanpa mengubah perilaku eksternal dari program. Artinya, hasil akhirnya tetap sama, namun struktur internal kode menjadi lebih bersih, efisien, dan terorganisir.
Di Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak Telkom University, mahasiswa dibekali kemampuan refactoring agar mampu menulis kode yang tidak hanya berfungsi tetapi juga mampu bertahan dan mudah dikembangkan.
Untuk informasi pendaftaran lengkap, silakan kunjungi situs resmi Telkom University.
Apa Itu Refactoring?
Refactoring adalah proses memperbaiki struktur internal kode tanpa mengubah fungsionalitas eksternal.
Tujuan utama refactoring meliputi:
-
Membuat kode lebih mudah dibaca.
-
Mengurangi kompleksitas sistem.
-
Mempermudah debugging dan pengujian.
-
Menyiapkan kode untuk pengembangan fitur baru.
Refactoring tidak berarti menulis ulang seluruh kode, tetapi melakukan perbaikan bertahap pada bagian tertentu yang bermasalah.
Mengapa Refactoring Penting?
-
Meningkatkan Readability: Kode yang rapi lebih mudah dipahami oleh tim pengembang.
-
Mengurangi Technical Debt: Kode yang tidak terstruktur bisa menjadi beban teknis di masa depan, dan refactoring membantu mengatasinya.
-
Meningkatkan Maintainability: Kode modular dan terorganisir lebih mudah diperbarui atau dikembangkan.
-
Meningkatkan Efisiensi: Mengurangi redundansi serta mengoptimalkan penggunaan memori dan waktu eksekusi.
-
Mendukung Pengujian: Struktur kode yang jelas membuat proses pembuatan test case lebih akurat.
Teknik-Teknik Refactoring yang Umum Digunakan
-
Extract Method: Memisahkan potongan kode panjang menjadi metode baru agar lebih modular.
-
Rename Variable/Method: Memberi nama yang lebih deskriptif agar mudah dipahami.
-
Replace Magic Numbers with Constants: Mengganti angka tetap dengan konstanta yang bermakna.
-
Simplify Conditional Expressions: Menyederhanakan logika kondisi yang kompleks.
-
Remove Code Duplication: Menghapus duplikasi kode agar tidak redundan.
-
Encapsulate Field: Menggunakan getter dan setter daripada akses langsung ke variabel.
-
Decompose Large Class: Memecah kelas besar menjadi beberapa kelas kecil sesuai prinsip Single Responsibility Principle (SRP).
Contoh Sederhana Refactoring
Sebelum Refactoring:
if (userRole == 1) {
System.out.println("Welcome Admin");
} else if (userRole == 2) {
System.out.println("Welcome Kasir");
} else if (userRole == 3) {
System.out.println("Welcome User");
}
Setelah Refactoring:
public String getRoleName(int role) {
switch (role) {
case 1: return "Admin";
case 2: return "Kasir";
case 3: return "User";
default: return "Unknown";
}
}
System.out.println("Welcome " + getRoleName(userRole));
Perubahan sederhana ini menjadikan kode lebih rapi, mudah dibaca, dan siap untuk dikembangkan.
Tantangan dalam Refactoring
-
Risiko Bug Baru: Meskipun tidak mengubah fungsionalitas, kesalahan dalam refactoring bisa menimbulkan error.
-
Keterbatasan Waktu: Deadline yang padat sering membuat tim menunda refactoring.
-
Kurangnya Pengujian: Tanpa unit testing, sulit memastikan refactoring tidak merusak fungsi asli program.
Best Practices dalam Refactoring
-
Gunakan Unit Test untuk memastikan fungsi tetap berjalan setelah refactoring.
-
Lakukan secara bertahap, fokus pada bagian yang paling membutuhkan.
-
Terapkan prinsip Clean Code (Robert C. Martin) agar kode tetap rapi dan konsisten.
-
Gunakan alat otomatis seperti IntelliJ IDEA, Eclipse, atau VS Code.
-
Lakukan secara rutin untuk menjaga kualitas kode.
Kesimpulan
Refactoring adalah investasi jangka panjang yang penting dalam pengembangan perangkat lunak. Dengan kode yang bersih dan terstruktur, tim dapat mengembangkan fitur baru dengan cepat, memperbaiki bug lebih efisien, dan mengurangi biaya pemeliharaan.
Mahasiswa Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak Telkom University dipersiapkan dengan keterampilan refactoring sebagai bagian dari pembelajaran rekayasa perangkat lunak modern. Mereka tidak hanya diajarkan menulis kode yang berfungsi, tetapi juga yang berkualitas, efisien, dan berkelanjutan.
Siapkan masa depan karier Anda di dunia teknologi dengan menguasai teknik refactoring. Daftarkan diri Anda di Telkom University dan jadilah software engineer yang kompeten dan visioner.
Referensi Jurnal Terpercaya
-
Fowler, M. (2019). Refactoring: Improving the Design of Existing Code. Addison-Wesley Professional. https://martinfowler.com/books/refactoring.html
-
Opdyke, W. F. (1992). Refactoring Object-Oriented Frameworks. University of Illinois.
https://hdl.handle.net/2142/69648 -
Mens, T., & Tourwé, T. (2004). A Survey of Software Refactoring. IEEE Transactions on Software Engineering. https://doi.org/10.1109/TSE.2004.1265817

